Satu per Satu Orang Terkasih itu Pergi

Pagi ini tatkala aku sedang merapikan perhiasan2ku di kotaknya, satu per satu bayangan orang terkasih datang menghampiriku. Sebagia benda di kotak berharga ini merupakan pemberian dari orang2 terkasihku yang beberapa diantaranya telah terlebih dahulu pergi menghadapNya.

Kuambil sebuah cincin emas yang diberikan oleh Andungku (adik ipar nenekku). Cincin ini diberikan Andung 9 tahun yang lalu sebagai hadiah pernikahanku. Cincin yang terbuat dari emas 24 Karat dengan design yang sederhana. Hatiku berbunga saat dulu dipasangkan cincin ini oleh Andung setelah akad nikahku. Masih jelas dalam ingatanku betapa meriah dan mengharu birunya suasana kala itu. Dan, Andung telah pergi 2 tahun yang lalu tak lama sesudah kepergian dua orang terkasihnya, yaitu anak2nya yang biasa kupanggil Etek (sebutan tante di Padang) menghadapNya untuk selama2nya. Etek Rat dan Atun yang sangat baik hati dan sederhana.

Lalu kuambil sebuah cincin emas lainnya. Cincin polos nan besar dan cukup berat ini adalah hadiah pernikahan kami dari neneknya suamiku, ibu dari ayah mertuaku. Walau belum banyak kenangan yang aku miliki bersama beliau, tapi aku bisa merasakan bahwa Amak (bagaimana kami memanggil beliau), sangat menyayangi kami. Dan, beliau juga telah pergi menghadapNya 8 tahun yang lalu (if I’m not mistaken).

Di dalam kotak perhiasanku, tergeletak pula sebuah dompet kulit nan lecek. Dompet jelek yang kusam namun sangat berharga untukku. Dompet ini adalah kepunyaan ayahku. Dompet ini selalu bersamanya kemanapun beliau pergi, menemani hari2nya mencari rezeki untuk membiayai sekolahku dan adikku. Dompet ini adalah pengobat rinduku pada ayah. Saat aku rindu ayah, aku tinggal mengambil dompet ini, memandanginya, menciuminya, lalu melihat2 isinya hingga akhirnya aku meneteskan air mata. Dan ayahku telah pergi meninggalkan kami 7 tahun yang lalu, tepat di bulan Ramadhan, di saat Nuzulul Quran.

Ingatanku kemudian melayang pada nenekku dan aboku (kakek) yang juga sudah pergi memenuhi panggilan Nya. Aboku yang meninggal 8 tahun yang lalu, tepat satu bulan sebelum aku melahirkan buah hati pertamaku. Dan nenekku yang baru saja pergi 2 minggu yang lalu. Lalu iyak Amahku dan iyak Unduaku yang dua2nya adalah adek kandung nenekku. Iyak Amah yang agak pelit dan iyak Undua yang sangat pemurah dan baik hati, keduanya telah memberikan kesan terdalam dan kenangan sangat indah dalam hidupku. Dan kini, merekapun juga telah pergi.

Oh Tuhan…. Sedih rasanya. Mereka benar2 orang terkasih yang sangat special di hatiku dan hidupku.

Tapi itulah hidup. Hidup memang tidak ada yang kekal abadi. Begitu saatnya tiba, sama halnya dengan semua makhluk ciptaanNya, aku pun juga akan pergi menghadap Nya meninggalkan orang2 terkasihku. Tapi semoga saat itu masih lama, karena aku ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama orang2 terkasihku yang masih ada.

Tuhan, semoga kesedihan kehilangan orang2 yang dicinta ini bisa membawaku lebih dekat padaMu, Sang Pemilik Kehidupan.

Cheers,
~mamaMARE~

Gallery | This entry was posted in Dear Diary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s