It’s not halal, Mama

Kemaren putri kecil saya memberi tahu saya bahwa yupi gumm pizza kesukaannya ternyata tidak halal. Dia bilang begini, “Mama, my ngaji friends told me that this yupi is not halal. It has gelatine inside.” Lalu si kecil menunjukkan pada saya tulisan beef gelatine yang ada di ingredient Yupi Gumm Pizza yang saya belikan untuknya dari Halal Indonesia groceries store yang ada di sini. Sebagai jawabannya saya katakan bahwa “I think it must be halal as see… it is produced by PT. Yupi Indo Jelly Gum, Gunung Putri – Bogor Indonesia, and beef in Indonesia is halal” sambil menunjukkan tulisan pabrik pembuatnya yang tertulis di kotaknya. Rupanya si kecil masih kurang puas dengan jawaban saya dan tetap keep arguing, maka sebagai response saya katakan bahwa kita akan menceknya dan untuk sementara kita tidak usah beli/makan yupi dulu. Dan si kecil pun setuju dan stop arguing lagi.


Yupi by quickbizsites.com

Baru saja saya search sana search sini, tanya2 Mr. Google dan cek milis2 yang ada mengenai halal tidaknya Yupi ini. Dan hasilnya: berbagai informasi yang saya dapatkan menunjukkan bahwa memang Yupi ini tidak halal. Tidak adanya sertifikat halal yang tertera di kotaknya rupanya ada alasannya. Berikut saya copy kan kutipan email dari suatu mailing list makanan halal di Indonesia. Email ini ditulis pada bulan Agustus 2002. Walaupun sudah hampir 10 tahun yang lalu, namun karena inilah informasi yang tersedia saat ini, maka sembari menunggu jawaban dari PT. Yupi Indonesia atas pertanyaan saya mengenai kehalalan produk mereka, untuk saat ini saya lebih memilih untuk percaya pada tulisan ini saja dan stop membeli yupi selama hati ini masih ragu2.

Begini kutipannya:
Pertama-tama saya harus meralat “tidak benar jika MUI belum pernah
mengeluarkan sertifikat halal bagi produkl yang mengandung gelatin”,
yang benar sudah ada bahkan gelatin pun sudah ada yang bersertifikat
halal yang dikeluarkan oleh MUI.

Benar LPPOM MUI pernah memeriksa Yuppi, bahkan sampai ke negara pembuat
gelatinnya sendiri, justru atas dasar pemeriksaan sampai ke negara
asalnya inilah diputuskan bahwa gelatin sapi yang di claim halal tsb
tidak dapat diterima karena setelah diperiksa ke Inggris (salah satu
asal negara gelatin yang di claim halal tersebut) ternyata produsen
gelatin disana ketika ditanya apakah sapinya berasal dari sapi yang
disembelih secara Islami, jawabannya “kami tidak menjamin”, nah
bagaimana MUI bisa meloloskan gelatin yang macam ini?

Salah satu gelatin yang di claim halal berasal dari Argentina, sudah
mendapatkan sertifikat halal dari Islamic Center Argentina, akan tetapi
ketika diperiksa kesana ternyata tulang sapi tsb berasal dari tulang
sapi yang kebanyakan dari sapi yang disembelih secara tidak Islami,
ketika hal ini kami tanyakan ternyata standar Islamic Center disana,
pokoknya yang namanya gelatin itu halal walaupun berasal dari sapi yang
tidak disembelih secara tidak Islami, bahkan ada yang berpendapat dari
babi pun halal karena gelatin itu sesuatu yang sudah berubah dari
asalnya. Nah, jadi disni ternyata ada standar halal yang berbeda, itu
sebabnya MUI menolak.

Perlu diketahui ada ratusan organisasi yang mampu mengeluarkan
sertifikat halal, bahkan di suatu negara setiap masjid pun bisa
mengeluarkan sertifikat halal, lalu apa semuanya harus diakui sementara
kita mengetahui kemampuan dalam melakukan sertifikasi tidak semuanya
bagus, standarnya tidak semuanya sama, itu sebabnya MUI selektif dalam
memilih partner dari negara lain karena memang masih banyak masalah
dengan lembaga lembaga sertifikasi halal ini.

Mengenai UU Label dan Iklan Pangan, itu sudah diterapkan 3 tahun lalu,
jadi untuk saat ini tidak ada alasan lagi untuk self claim, jika itu
masih dilakukan tentu saja akan dituntut oleh masyarakat karena
masyarakat bisa melakukan class action.

Wassalam Wr. Wb.

Anton Apriyantono
—–

Cheers,
~mamaMARE

Gallery | This entry was posted in Kids' Corner, Muslim's Corner. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s